UI - Tesis (Membership) :: Kembali

UI - Tesis (Membership) :: Kembali

Analisis strategi hedging untuk operating exposure studi kasus pada pt indomobil suzuki international

Hedging adalah salah satu strategi perusahaan, terutarna perusahaan multinasional, untuk mengamankan operating exposure sebagai bagian dari foreign exchange exposure, akibat fluktuasi nilai tukar rnata uang di pasar intemasional, terutama dalam situasi ekonomi yang unpredictable, memiliki ketidakpastian (uncertainty) yang tinggi, dan karena itu sangat mengandung risiko (risk) atas arus kas perusahaan. Perusahaan-perusahaan multinasional yang menggantungkan sumber bahan baku produksi dari luar negeri, atau menjadikan pasar luar negeri sebagai outlet utama produknya akan sangat rentan terhadap berbagai gejolak nilai tukar mata uang intemasional. Hedging merupakan salah satu instrumen untuk mengelola risiko akibat fluktuasi mata uang.

Krisis ekonomi dan moneter yang menerpa Asia pada tahun 1997. disertai jatuhnya rejim. Orde Baru di Indonesia pada tahun 1998 menghempas nilai tukar IDR terhadap semua mata uang asing, terutama USD dan JPY, mendorong perusahaan-perusahaan untuk mencari strategi untuk menyelarnatkan arus kas dan menjarnin operating exposure perusahaan. Studi kasus analisis strategi hedging oleh lSI dalam kurun waktu 2001-2004 rnenunjukkan bahwa (a) arus kas lSI sangat sensitif terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing, khususnya IDRJUSD dan terutama IDRJJPY karena unit kegiatan produksi otomotif (Suzuki) sangat tergantung pada suplai bahan baku dari Jepang; (b) untuk menyiasati fluktuasi nilai tukar IDRIUSD dan IDR/JPY ISI dalam melakukan pemenuhan kebutuhan exposure melakukan pernbelian secara spot untuk IDR/USD dan forward serta swap untuk IDR/JPY yang memiliki fluktuasi nilai tukar yang unpredictable dengan tingkat ketidakpastian dan risiko yang tinggi. Ketika strategi pembelian secara forward berhasil mengamankan arus kas, dan karena itu menjamin operating exposure, supaya lebih efektif maka diterapkan strategi pembelian secara forward dengan jangka waktu yang lebih pendek

Strategi pembelian dengan spot yang paling baik yang dilaksanakan lSI sepanjag periode anal isis adalah tahun 2002, dan yang paling buruk adalah tahun 2004 untuk nilai tukar IDR/USD. Pada periode tersebut perubahan arus kas dibagi dengan total pembelian yang paling kecil (1,15) terjadi pada tahun 2002 dan yang paling besar (19,78) pada tahun 2004. Sementara pemilihan strategi hedging untuk nilai tukar IDR/JPY sepanjang periode analisis adalah tahun 2003 paling baik dan yang paling buruk adalah tahun 2002, dengan angka perubahan arus kas dibagi total pembelian yang paling kecil (0,11) te1jadi pada tahun 2003, yaitu 0,11, sementara yang paling besar (1,96) terjadi pada tahun 2002

ISI melakukan prediksi nilai tukar secara mixed forecasting yang merupakan kombinasi technical forecasting, fundamental forecasting dan market-based forecasting. Rata-rata kesalahan prediksi untuk mata uang IDRIUSD adalah 0,21% (2002) sebagai nilai yang terendah dan 0.68% (2001) sebagai nilai yang tertinggi. Rata-rata kesalahan prediksi untuk mata uang IDR/JPY adalah 0.60% (2003) sebagai yang terendah, dan 3,44% (2001) sebagai yang tertinggi. Kesalahan prediksi untuk mata uang IDR/JPY lebih besar dari IDR/USD. Perbedaan ini menunjukkan ketepatan pemilihan strategi spot untuk IDR/USD.

ISI sebaiknya mengkaji kemungkinan digunakannya strategi hedging untuk kebutuhan mata uang USD karena belum menerapkan strategi hedging. Untuk kebutuhan mata uang JPY agar dikaji kemungkinan digunakan strategi hedging lainnya, selain forward dan swap yang telah dipakai selama ini. Option dan money market hedging adalah yang paling memungkinkan apabila dilihat dari kondisi operasi perusahaan dan kondisi pasar di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *