Ingin Menggunakan Strategi Price Action? Kenali Pola ini!

Ingin Menggunakan Strategi Price Action? Kenali Pola ini!

Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai teknik price action yang mengutamakan penglihatan terhadap pola-pola dalam grafik. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai salah satu pola yang dapat digunakan dalam strategi price action.

Pola tersebut dinamakan pola inside bar. Apa itu pola inside bar? Bagaimana cara mengenali pola inside bar? Nah, bagi kamu yang sedang mencari informasi mengenai pola inside bar, yuk simak pembahasan artikel berikut ini!

Mengenal Pola Inside Bar

Pict by: seputarforex

Pola inside bar merupakan pola yang menjadi favorit trader. Trading dengan sinyal pola inside bar menjadi sangat populer karena diyakini sebagai cara unggul untuk menemukan entri trading yang berpotensi memiliki kepastian tinggi dan memiliki potensi risiko rendah.

Pola inside bar merupakan pola yang terbentuk dari beberapa candle, dimana candle pertama berukuran lebih besar yang disebut dengan candle induk atau mother bar, kemudian diikuti oleh candle berikutnya yang berukuran lebih kecil (candle turunan).

Mengapa Pola Inside Bar Terbentuk?

Pola candlestick Inside Bar umumnya terbentuk saat harga dan sentimen pasar bergerak kuat dalam satu arah, sehingga muncul candle Bullish atau Bearish yang panjang. Semakin kuat pergerakannya, maka akurasi pola inside bar ini semakin tinggi.

Pola inside bar merupakan gambaran ketidakmampuan penjual untuk menekan harga ke bawah atau ketidakmampuan pembeli untuk mendorong harga ke atas dari candlestick sebelumnya. Dengan kata lain, pola inside bar menggambarkan kondisi pasar yang sedang memiliki keraguan.

Pola inside bar merupakan sinyal potensi pembalikan tren. Namun, terkadang ada juga kondisi tertentu yang justru melanjutkan tren sebelumnya. Oleh karena itu sangat penting untuk menggunakan indikator tambahan seperti Bollinger Bands, Moving Average, atau Trend Channel untuk konfirmasi sinyal.

Cara Trading dengan Pola Inside Bar

Saat terjadi breakout inside bar yang searah dengan dengan tren, maka trader boleh melakukan open posisi. Pada tren naik, trader mengambil posisi long saat terjadi upside breakout, sedangkan pada tren turun, maka trader ambil posisi short saat terjadi downside breakout dari inside bar.

Namun, saat melakukan open posisi trader juga harus memperhatikan momentum. Jika momentum tidak kuat, maka yang sering terjadi adalah false breakout. Untuk melihat kuatnya momentum kita dapat melihat time frame yang lebih rendah, seperti grafik 1 jam atau 4 jam.

Jika di time frame yang lebih rendah tersebut harga membuat pergerakan yang cukup kuat dan searah dengan terjadinya breakout, maka menunjukkan momentum yang cukup kuat. Saat terjadi upside breakout, stop loss dapat ditempatkan di bawah inside bar. Sedangkan, Saat terjadi downside breakout, stop loss dapat ditetapkan di atas inside bar.

Nah, itulah mengenai pembahasan pola inside bar yang mungkin dapat kamu gunakan apabila kamu memiliki gaya trading price action. Jika kamu ingin mengetahui strategi atau informasi lain seputar trading, kamu dapat bergabung dengan forum traderhub.

Di forum traderhub, kamu dapat berdiskusi dengan trader lain untuk saling bertukar pikiran. Selain itu, kamu juga dapat melihat dan belajar analisis-analisis trading dari para analis internasional. Bagi kamu yang mau bergabung, yuk klik di sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *