Bagaimana Cara Membaca Grafik Saham? / January 10, 2022 by Sabda Awal

Bagaimana Cara Membaca Grafik Saham? / January 10, 2022 by Sabda Awal

Memilih saham yang tepat cukup sulit, terutama bagi pemula yang baru mulai berinvestasi saham. Agar pilihan saham tepat, kamu perlu memahami bagaimana cara membaca grafik saham. Berikut tutorial cara membaca grafik saham yang benar yang dapat kamu ikuti.

Apa itu grafik saham?

Sederhananya, grafik saham adalah indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham dalam rentang waktu tertentu.

Ketika membaca grafik saham, investor dapat memilih untuk menampilkan pergerakan harga saham secara harian, mingguan, atau bulanan.

Sebagai contoh, berikut adalah tampilan grafik pergerakan harga saham harian BBCA selama kurun waktu satu tahun terakhir.

bagaimana cara membaca grafik saham

*D = harian
*1Y = satu tahun

Melalui grafik saham, investor dapat melihat bagaimana fluktuasi pergerakan harga saham emiten secara menyeluruh, mengidentifikasi pola, mendapat gambaran tentang kondisi pasar saat ini, hingga memprediksi pergerakan harga saham di masa depan.

Tiga jenis grafik saham

Berdasarkan bentuk grafiknya, ada tiga jenis grafik saham yang perlu kamu tahu, yaitu grafik berbentuk garis (line chart), batang (bar chart), dan lilin (candlestick chart).

1. Line chart

Line chart adalah jenis grafik saham paling sederhana. Grafik ini berbentuk garis dan hanya menginfokan pergerakan harga saham emiten setelah perdagangan ditutup (closing prices).

Karena hanya menampilkan sedikit info, investor jarang menggunakan line chart ketika menganalisis saham, apalagi untuk tujuan trading jangka pendek. Meski begitu, line chart ini cocok dipakai oleh pemula yang baru memulai investasi saham dan investor jangka panjang untuk melihat sekilas bagaimana trend pergerakan harga saham saat ini.

Dibandingkan jenis grafik yang lain, cara membaca grafik saham garis sangatlah mudah. Cukup tentukan rentang waktu dan interval pergerakan harga saham yang ingin dilihat, lalu simpulkan apakah harga saham saat ini sedang dalam tren naik (bullish), bergerak terbatas (sideways), atau dalam tren menurun (bearish).

Berikut contoh grafik saham garis yang menunjukkan pergerakan harga saham harian BMRI dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

2. Bar chart

Bar chart adalah grafik berbentuk batang yang menampilkan info lengkap tentang harga saham, mulai dari harga pembukaan (opening price), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (closing price).

Karena menampilkan info harga saham saat Open, High, Low, dan Close, bar chart juga sering disebut sebagai grafik OHLC. Cara membaca grafik saham batang tidak sulit.

Pertama, kamu perlu tahu dulu bahwa grafik batang ditampilkan dalam dua warna berbeda, yakni hijau dan merah. Grafik batang berwarna hijau menandakan bahwa harga saham penutupan (closing price) pada interval waktu tertentu lebih tinggi daripada harga pembukaan (opening price).

Sebaliknya, grafik batang yang berwarna merah menunjukkan bahwa harga saham penutupan (close) lebih rendah daripada harga pembukaan (open) yang berarti telah terjadi penurunan harga saham pada interval waktu tersebut.

Kedua, pada bar chart terdapat tonjolan atau coretan kecil di bagian sisi kiri dan kanan grafik. Nah, tonjolan pada sisi kiri mewakili info harga saham saat pembukaan (open), sedangkan tonjolan pada sisi kanan mewakili info harga saham saat penutupan perdagangan (close).

Selanjutnya, untuk info harga saham tertinggi dan terendah pada bar chart ditunjukkan lewat ujung dari grafik batang itu sendiri. Ujung atas grafik mewakili harga saham tertinggi (high) dan ujung bawah menunjukkan harga saham terendah (low) pada interval waktu yang dipilih.

Sebagai contoh, berikut tampilan grafik batang pergerakan harga saham harian BMRI dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

3. Candlestick chart

Candlestick chart adalah jenis grafik yang paling banyak dipakai investor ketika menganalisis saham. Grafik ini memiliki bentuk menyerupai lilin dan terdiri dari tiga bagian utama dengan fungsi masing-masing, yaitu:

· Tubuh (body) – ini merupakan bagian batang lilin dan berfungsi menunjukkan seberapa jauh harga saham bergerak dalam interval waktu tertentu sejak pembukaan (open) hingga penutupan (close)

· Sumbu atas – bagian ini biasa disebut sebagai upper shadow dan berfungsi untuk menunjukkan harga tertinggi (high) suatu saham pada interval waktu tertentu

· Sumbu bawah – bagian ini menunjukkan info harga terendah (low) saham dalam interval waktu tertentu dan biasanya disebut sebagai lower shadow

Mirip dengan grafik batang, candlestick chart juga ada yang berwarna hijau dan merah. Candle hijau menunjukkan harga saham sedang naik (bullish) atau harga penutupan > harga pembukaan. Sementara candle merah menunjukkan harga saham mengalami penurunan (bearish) atau harga penutupan < harga pembukaan.

Candlestick chart juga bisa digunakan sebagai indikator bullish reversal yaitu pembalikan arah dari downtren menjadi uptren.

Berikut contoh tampilan grafik lilin pergerakan harga saham BMRI dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Baca Grafik Saham Dengan Chartbit

Ketiga jenis chart diatas dapat kamu temukan pada fitur Chartbit yang dapat diakses secara gratis dengan membuka rekening saham di aplikasi Stockbit.

Kamu akan memperoleh tools seperti gambar dibawah ini yang dapat diakses secara realtime dengan fitur lengkap disana.

Registrasi rekening saham di Stockbit mudah dan ringkas karena dilakukan 100% secara online tanpa dokumen fisik. Selain itu, kamu juga bisa mengakses fitur unggulan seperti Stream untuk komunikas dengan investor lain, belajar saham di Stockbit Academy, akses pdf gratis, pemesanan saham e-IPO, transfer saham, melakukan analisis dengan chartbit dan fundachart serta fitur lainnya.

Membaca tren pergerakan saham

Terlepas dari jenis grafik yang dipakai, salah satu tujuan utama investor membaca grafik saham adalah untuk mengetahui tren pergerakan saham.

Secara umum, ada tiga jenis tren pergerakan saham yang wajib diketahui investor, yaitu uptrend, downtrend, dan sideways.

Uptrend adalah kondisi dimana harga saham cenderung bergerak naik apabila ditarik dari titik terendahnya terakhir. Sebaliknya, downtrend adalah kondisi dimana harga saham cenderung bergerak turun apabila ditarik dari titik harga tertingginya yang terakhir.

Meskipun kelihatannya mudah, perlu diketahui bahwa terdapat prasyarat yang harus dipenuhi sebelum memutuskan apakah saham sedang uptrend atau downtrend.

Syaratnya yaitu pada kondisi uptrend minimal harus terdapat dua “puncak” atau resisten yang terbentuk semakin meninggi. Sebaliknya, pada kondisi downtrend, minimal juga harus terdapat dua ‘lembah’ atau titik support yang terbentuk semakin menurun.

Bagaimana dengan sideways? Sideways adalah kondisi dimana pergerakan naik turun saham yang terjadi seolah bergerak sangat terbatas dan berulang-ulang di titik harga yang sama sehingga tidak membentuk pola tren naik atau turun.

Mengetahui bagaimana cara membaca grafik saham merupakan salah satu modal penting yang wajib dimiliki investor. Sebab dengan memahami hal tersebut, kamu jadi bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat berdasarkan analisa pergerakan harga saham, dan bukan cuma sekedar spekulasi.

Jika suatu saat kamu sudah paham membaca grafik saham, maka dilanjutkan dengan belajar berbagai indikator analisis teknikal yang berguna untuk memprediksi pergerakan harga. Seperti fibbonaci retracement, moving acerage, RSI, MACD dan indikator lainnya.

Yuk, perdalam pengetahuan kamu tentang investasi saham dengan mendaftar di Stockbit. Selain menghadirkan fitur Chartbit untuk bantu investor menganalisa dan membaca grafik saham dengan lebih gampang, Stockbit juga menyediakan fitur Stockbit Academy untuk bantu pemula belajar saham dari nol secara gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *