3 Perbedaan Investasi Syariah dengan P2P Lending

3 Perbedaan Investasi Syariah dengan P2P Lending

IlustrasP2P Lending atau Investasi Syariah?i Investasi

Berbagai macam investasi kini hadir di Indonesia untuk memberikan solusi keuntungan berjangka bagi masyarakat. Selain saham dan emas, ada dua macam alternatif investasi lain yang tidak kalah menguntungkan. Keduanya yaitu peer-to-peer lending (P2P Lending) dan Investasi Syariah.

P2P Lending merupakana platform yang mempertemukan antara pendana dengan investor. P2P Lending kini telah banyak yang merambah ke dunia online, seperti Investree, Amartha, dan Modalku.

Umumnya P2P Lending hanya sebagai perantara antara investor dengan penerima pinjaman. Meskipun hanya sebagai perantara, namun P2P Lending memberlakukan peraturan dan mekanisme tertentu kepada investor maupun penerima pinjaman.

Sedangkan Investasi Syariah merupakan produk dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM), yang salah satunya adalah Koperasi. Ada Investasi Syariah yang hanya menyediakan jasa simpan pinjam, ada pula yang menyediakan jasa investasi jangka menengah hingga panjang.

Sesuai konsep koperasi, masyarakat harus mendaftar menjadi anggota terlebih dahulu untuk dapat menikmati layanan yang diberikan oleh Investasi Syariah. Investasi Syariah ada pula yang memberlakukan konsep P2P, yaitu menjadi perantara antara investor dengan pendana.

Akan tetapi, perbedaan Investasi Syariah dengan P2P Lending adalah Investasi Syariah tidak memberlakukan sistem pinjaman berbunga.

Selain itu, masih ada beberapa perbedaan lain di antara kedua jenis investasi ini. Mari kita bahas 3 perbedaan P2P Lending dengan Investasi Syariah.

Investasi Syariah Jelas Kehalalannya

Berbicara mengenai dasar hukum yang dipakai, Investasi Syariah jelas kehalalannya dibanding P2P Lending. Investasi Syariah menggunakan prinsip jual-beli maupun kerja sama yang terjamin sesuai syariat Islam.

Di sisi lain, P2P Lending belum tentu menggunakan prinsip tersebut. Seringkali, P2P Lending masih memberlakukan berbagai hal yang masih syubhat hingga haram, seperti melelang jaminan hingga riba.

Selain itu, harta investor juga tidak akan dialokasikan pada kegiatan yang haram. Misalnya, industri alkohol, perjudian, prostitusi, dan hal-hal lain yang tidak sesuai syariat Islam.

Manajemen Islami dalam Investasi Syariah

Setiap praktik yang dilakukan dalam Investasi Syariah didasarkan pada hukum Islam. Mulai dari manajemen karyawan, manajemen aset, hingga manajemen investasi.

Investasi Syariah juga tidak memiliki linkage atau channeling sama sekali dengan jasa perbankan. Berbeda dengan P2P Lending yang pada praktiknya tetap

Karena sesuai hukum Islam, berinvestasi di Investasi Syariah Insha Allah lebih berkah ketimbang P2P Lending. Selain itu, ketiga belah pihak (pendana, koperasi, dan investor) dijamin mendapatkan keadilan. Hal ini sesuai dengan cita-cita hukum Islam, yaitu kemaslahatan bagi semua pihak.

Transparansi Investasi Syariah lebih Terjamin

Karena mengusung hukum Islam, Investasi Syariah mementingkan kejujuran dan transparansi. Kedua unsur ini diutamakan dalam pengelolaan keuangan.

Kemudian, sebagai tanggung jawab kepada investor yang memberi amanah atas hartanya, Investasi Syariah menjamin kejujuran dan transparansi dalam pelaporan keuangan. Hal ini tentu menjamin tiadanya kecurigaan antarbelah pihak.

Demikian adalah perbedaan yang umumnya ada di antara P2P Lending dan Investasi Syariah. Investasi Syariah dikelola oleh berbagai macam lembaga, salah satunya adalah Quantum Sinergi Umat.

Dalam program investasinya, QSU menyediakan layanan pengelolaan modal kepada investor. Selain itu, QSU juga menyediakan layanan kerja sama bagi para pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *