Inilah Strategi Yang Sering Digunakan Trader

Inilah Strategi Yang Sering Digunakan Trader

Anda tidak tahu harus menggunakan strategi apa untuk trading? Cobalah untuk menggunakan strategi berikut ini.

1. Cut Loss

Cut loss adalah tindakan menutup posisi yang terbuka pada market karena posisi tersebut sedang mengalami kerugian maka tindakan ini dilakukan agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar lagi. Contohnya begini: ketika anda bertrading pada pair EUR/USD lalu anda melihat bahwa trend berbalik dan mencoba melakukan short pada harga 1.7034 dengan berharap bahwa harga akan turun, tetapi beberapa hari kemudia harga tidak juga turun melainkan naik hingga 1.7134 sehingga anda mengalami floating atau kerugian yang mengambang sebesar 100 pips lalu anda berfikir untuk melakukan penutupan posisi anda dan mencoba menganalisa kembali cara yang anda lakukan itulah yang dinamakan cut loss.

2. Switching

Switching merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh trader dengan mengubah posisi yang telah diubah dengan posisi yang telah berlawanan karena Anda menganggap bahwa Anda melakukan kesalahan dalam mengenali trend dan mencoba menutupi kesalahan itu dengan membuka posisi baru dengan arah yang berlawanan.

Contoh Anda membuka posisi Short pada EUR/USD pada harga 1.3607 kemudian keesokan harinya Euro masih saja menguat hingga mencapai harga 1.380 kemudian Anda menyadari bahwa trend masih saja naik dan Anda mencoba mengubah arah posisi Anda dengan menutup posisi Short yang dalam keadaan Floating Loss dan membuka posisi Long pada harga 1.380. Maka tindakan ini dinamakan Switching.

3. Martingale

Martingale biasa disebut dengan teknik penggandaan merupakan teknik teknik yang dilakukan untuk menggandakan profit dengan meningkatkan jumlah lot yang lebih besar dari sebelumnya. Ada dua macam martingale yaitu martingale profit dan martingale loss berikut ini penjelasanya

A. Martingale Profit

Martingale profit merupakan tindakan dengan menggandakan ukuran lot trading pada saat trader sedang pada posisi profit yang bertujuan untuk memaksimalkan keuntungan yang lebih banyak. Contohnya: ketika anda open posisi buy dengan 1 lot EUR/USD 1.3607 dan memasang take profit pada 103647. Lalu harga menyentuh take profit anda nih kemudian lakukan buy lagi di harga 1.3647 dengan 2 lot yang bertujuan untuk memaksimalkan profit anda.

B. Martingale Loss

Martingale loss ketika anda membuka posisi dengan ukuran dua kali lipat lebih besar, teknik ini sama saja dengan martingale profit akan tetapi martingale loss dilakukan ketika dalam keadaan loss dengan bertujuan untuk menutupi kerugian yang anda alami. Contoh: ketika anda membuka posisi buy EUR/USD pada harga sebesar 1.3607 sebesar 1 lot dan menempatkan stop loss di 1.3587 dan kemudia anda mengalami kerugian sehingga menyentuh stop loss anda. lalu anda membuka posisi kembali tetapi posisi apa yang akan anda ambil? But atau sell? Semua ini sesuai dengan analisa anda terhadap trend yang ada dengan 2 lot lebih besar dari sebelumnya.

4. Averaging

Averaging yang memiliki makna dirata-ratakan. Pada penerapannya averaging merupakan teknik trading dengan membuka posisi yang sama meskipun posisi tersebut berlawanan dengan arah trend dengan harapan bahwa harga akan kembali berbalik dan posisi yang sebelumnya mengalami kerugian bisa berubah menjadi profit.

Contoh: anda membuka posisi buy pada EUR/USD diharga 1.3607 lalu kemudian harga turun sampai 1.3587 kemudian anda melakukan buy lagi, dengan harapan bahwa harga akan naik, akan tetapi harga tak kunjung naik melainkan semakin melemah hingga menyentuh harga 1.557 sehingga anda kembali rugi tetapi anda tidak mencoba untuk sell melainkan anda melakukan buy. Teknik ini dinamakan averaging.

5. Hedging

Hedging adalah suata tingdakan yang dilakukan dengan membuka dua posisi sekaligus secara bersamaan tetapi dengan arah yang berbeda, yaitu anda melakukan buy dan sell pada pair yang sama secara bersamaan. Dan akhirnya diantara salah satu posisi tersebut akan mendapatkan profit kemudian yang satunya lagi akan mengalami loss kemudian Anda akan mempertahankan posisi tersebut hingga trend berakhir sehingga Anda akan menutup posisi yang searah dengan Trend yang akan berakhir tadi dan membuka posisi baru yang searah dengan trend baru sehingga kerugian Anda pada posisi yang satunya lagi dapat tertutupi dengan mudah dengan dua buah posisi yang searah dengan trend yang baru tadi. Kemampuan untuk mengenali trend dan perubahannya sangat dibutuhkan sekali dalam menerapkan teknik ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *